WARGA DESA NANJUNGAN TUNTUT PENJELASAN KELAYAKAN PENERIMA BANTUAN BLT DARI DANA DESA DD TIDAK TRANSPARAN

Bengkulu Selatan – mediaspn.com
Warga Desa Nanjungan, kabupaten bengkulu selatan, propinsi bengkulu, menggeruduk Kantor Desa Nanjungan Kamis (14/5/2020).

Warga menuntut keterbukaan informasi
Soal pendataan dana bantuan langsung tunai (BLT) melalui dana desa (DD) kepada pemerintah desa nanjungan.
Hal ini disebabkan adanya tambahan penerima bantuan langsung tunai (BLT) yang tidak di musyawarahkan lagi.

Warga juga meminta penjelasan mekanisme prosedur pendataan kriteria yang berhak mendapatkan bantuan BLT bagaimana.? Karena tidak ada sosialisasi sebelumnya dari pihak pemerintah desa

Dimi” sekalu warga desa nanjungan menjelaskan pada awak mediaspn.com kami hari ini menuntut keterangan informasi kriteria dan mekanisme pendataan bagaimana kriteria yang berhak mendapatkan bantuan langsung tunai (BLT), dan tambahan 7 orang penerima bantuan yang tidak di musyawarahkan lagi, selama ini kami tak pernah mendapatkan informasi yang akurat. Yang jelas kami diperintahkan untuk mengumpulkan KK. KK ini di kumpulkan kepada Kepala Dusun (Kadun) yang mengambilnya. ujar Dimi (39) Warga desa nanjungan

Tambah Dimi” Kami tidak akan bertanya kalau pemerintah desa benar – benar melakukan pendataan dengan keterbukaan, Dan sebelumnya warga sudah melakukan rapat dengan perangkat desa, bahwa yang mendapatkan dana BLT tersebut sudah di pastikan berjumlah 12 orang, namun tampah hasil rapat bertambah 7 orang dan menjadi 19 Orang,”Tambah Dimi(39).

Kedatangan warga di kantor desa nanjungan sempat terjadi ke ricuan saat Istri PJS kades berusaha menjelaskan kepada warga, istri kades terlontar kata (Alang Ke baiknya Kita berusah surang / sendirian, ngapo Kito harus mengemis) disaat itu warga tidak menerima Perkataan ibu kades yang mengatakan (Mengemis) tersebut, namun situasi Tersebut dapat segera redam.Video terlampir di salah satu media

Saat ditemui dan diwawancarai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Bengkulu Selatan Hamdan Syarbaini, S.Sos Menjelaskan. “Semua tim relawan akan mendata semua calon penerima BLT, setelah semuanya selesai didata, baru akan kita ambil data dari Dinas Sosial untuk di sandingkan, agar semuanya tidak terjadi tumpang tindih. jelas Hamdan.

Hamdan Juga menambahkan. Yang sudah masuk ke data Dinas sosial juga yang telah mendapatkan bantuan PKH, Pera kerja dan lain – lain, akan di coret tidak mendapatkan BLT melalui dana desa dan data tersebut akan di bawah ke musyawarah khusus bersama masyarakat agar mendapatkan informasi, apakah mereka layak mendapatkan atau tidak, juga mencari apakah masih ada masyarakat yang tidak layak belum di data, kemudiaan hasil musyawarah tersebut baru di buat berita acara,”Tambah Hamdan.

Kemudian hasil berita Acara tersebut baru di sampaikan kecamatan-kecamatan yang menetapkan siapa saja yang mendapatkan dana BLT Tersebut, dan untuk penerima BLT tersebut mempunyai 14 kriteria, namun kalau ada 9 kriteria tersebut wajib juga menerima, namun ada surat lagi yang tidak masuk dalam 9 kriteria saja maka kita juga melihat kondisi masyarakat tersebut, apakah orang tersebut miskin, penyakitan/sakit menahun dan menurut musyawarah siapa saja yang layak mendapatkan, tutup Hamdan.
(iqbal)

 

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan