TP4D Kejati Bengkulu, Proyek Jembatan Air Nipis di Pertanyakan

SPN Bengkulu Selatan,2019.
Publik bertanya-tanya apa sebenarnya TUPOKSI TP4D Kejati Bengkulu dalam pengawasan pengerjaan proyek Jembatan Air Nipis ?…. Walau dalam pengawasan TP4D tetap saja banyak dugaannya.

Berikut penelusuran awak media ini bersama Nofredi Herawan Pengurus LSM PBH dan Akademisi mengenai pembangunan proyek jembatan air nipis.

Dimulai secara administrasi :
di dalam dokumen lelang proyek ini ,,
kontraktor pelaksana dengan tegas menyatakan memiliki tenaga ahli dan tenaga teknis (SKA Ahli dan SKT) tapi fakta di lapangan,, hingga detik ini tenaga ahli yang di maksud belum terlihat batang hidungnya,,,

Padahal saat lelang proyek dengan sangat jelas menyatakan semua persyaratan tender lengkap dan memiliki kemampuan yang cukup, bila ada kekurangan syarat dalam tender proyek mengenai SKA dan SKT maka dapat di pastikan tidak akan menang tender,,, artinya SKA dan SKT sebagai syarat mutlak dalam pengerjaan proyek jembatan ini,,, pertanyaanya kenapa dalam pelaksaan proyek ini Tenaga Ahli dan Tenaga Teknik terkesan di abaikan, ada apa ?….

kemudian di lihat dari sisi teknis di lapangan :
bahan material yang di gunakan serta hasil pengerjaan yang di nyatakan Lolos Uji Laboraturium masih menuai kecurigaan karena awak media ini telah beberapa kali melakukan penelusuran ternyata untuk mendapatkan hasil tes lab sangat gampang hanya pesan sesuai kemauan pemesan bukan berdasarkan hasil pengujian sebenarnya.

Lebih lanjut awak media ini, melakukan konfirmasi pada beberapa orang yang berlatar belakang pendidikan Sarjana Teknik Sipil, menjelaskan bahwa untuk mencapai mutu beton fc” 20Mpa dan,atau fc” 30Mpa harus menggunakan pasir pilihan sedangkan untuk pasir di bengkulu selatan belum di temukan karena pasir di bengkulu selatan pasirnya mengandung unsur lumpur. (harus pasir sedot). pertanyaanya, ,,, bagaimana dengan hasil tes laboraturium ?…

Sedangkan mengenai metode kerja, alat kerja yang digunakan (batching plan) masih menimbulkan kecurigaan karena berdasarkan fakta di lapangan saat mengecor sumuran titik yang paling vital dalam kontruksi jembatan ini ( pondasi tiang jembatan) hanya menggunakan molen kecil secara manual, bukan menggunakan ready mix padahal berdasarkan KAK menggunakan ready mix, padahal untuk mutu beton berdasarkan pengalaman kalau pengecoran dilakukan dalam skala banyak kubikasinya, mutu beton tak pernah bisa terpenuhi…

Proyek Pembangunan Jembatan Air Nipis di Palak Bengkerung Nilai HPS Rp. 14M lebih. APBD TA. 2019 Provinsi Bengkulu adalah proyek di bawah pengawasan TP4D Kejati Bengkulu yang banyak menimbulkan dugaan sebenarnya apa tupoksi TP4D itu ?….

Konfirmasi pada TP4D Kejati Bengkulu melalui M.Luther Kapenkum Kejati Bengkulu via Whatsapp 0813-7321-xxxx. hingga berita ini terbitkan belum berkomentar.

Nofredi Herawan Pengurus LSM PBH Bengkulu Selatan “berharap TP4D Kejati Bengkulu agar sekiranya dapat meninjau langsung pengerjaan proyek ini ke lapangan supaya ada perhatian dari pihak terkait.06/09/2019.

(Ikhsan – Bkl)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan