SERATUS HARI KABINET KERJA ADA UPAYA SISTIMATIK PELEMAHAN HUBUNGAN TIM SUKSES DENGAN JOKOWI

Media SPN Jakarta,— KP Norman Hadinegoro Ketum PERNUSA

Tulisan ini akan menimbulkan pro dan kontra. Sekarang seratus hari Kabinet kerja sudah menampakan tanda tanda aslinya .Sudah beragam tanggapan publik terhadap Kabinet sekarang. Tulisan ini hanya bisa mengingatkan Bapak Jokowi bahkan jauh hari sudah disampaikan berkali kali dalam pertemuan khusus.

Pada bulan Oktober tahun 2019 Presiden Jokowi mengundang dua kali Pertemuan dengan Tim sukses lama tanggal 1 Oktober 2019 dan Ketua Relawan Nasional tanggal 20 Oktober 2019 malam di Istana Negara. intinya Presiden Jokowi ingin merangkul Partai yang bersebrangan dalam Pilpres 2019.
1.Pertemuan pertama 1 Oktober 2019 sore Presiden Jokowi mengundang khusus Tim Sukses yang dikenal Jokowi dari periode jadi Gubernur tahun 2012, Pilpres tahun 2014 dan Pilpres tahun 2019. Ada sekitar 27 orang yang bisa hadir team sukses dari Jawa tengah, Jawa barat, Banten, Aceh dan Team Jakarta raya. Mereka ini dikoordininir oleh team pemenangan jalan sukabumi Menteng poskonya Aspri Jokowi.
Dalam silaturahmi di Istana Negara semua team yang hadir diberikan kesempatan bicara paling lama 2 menit dan sebagian besar tiemses bicara upaya dan Harapan antara lain sebagai pertimbangan kesimpulan :
1. Memperhatikan sungguh berkembangnya intoleransi, radikalisme mereka sudah menyusup di PNS, TNI, KAMPUS dan BUMN
2. Memperhatikan sungguh sungguh pembenahan di BUMN sudah lama menjadi sarangnya Mafia, ATM kelompok tertentu dan salah satu sarang pengikut intoleransi.
3. Mengingatkan orang disekitar Bapak Jokowi yang membawa kepentingan kelompok tertentu, jika didepan pura pura baik, pura pura solid pada akhirnya akan menikam dari belakang.

Diperlukan Koordinasi atau ditunjuk team penghubung antara Timses, Ketua Relawan Nasional ke Bapak Jokowi yang selama ini ditangani oleh Aspri Jokowi dan mereka tidak bisa berbuat banyak sebaiknya tokoh tokohnya dari petarung sejati, teruji ditempatkan di KSP atau ditempat strategis.

Pernyataan Presiden Jokowi dalam lima tahun kedepan, membangun Indonesia tampa beban masa lalu, jika tidak diperkuat dengan team yang solid dan kuat maka akan runtuh ditengah jalan mengingat pertarungan Pilpres 2024 semakin sengit ada upaya dari dalam untuk menggembos program pembangunan yang sudah nyata.

Setahu kami kekuatan Bapak Jokowi dalam pertarungan dari Pemilhan Gubernur, dua kali Pilres kemenangannya dari loyaltas pendukung Jokowi sejati dengan membentuk Relawan Relawan dan Tim Sukses dikenal Bapak Jokowi sendiri.
Sekarang dirasakan ada kelompok tertentu sengaja ingin mengkerdilkan peranan Timses dan Relawannya agar tidak bisa berhubungan lagi dengan Bapak Jokowi

Kami menyadari Bapak Jokowi sibuk urusan Negara lalu kepada siapa yang Bapak tunjuk untuk menampung aspirasi Timses dan Relawan Bapak Jokowi sementara Aspri Bapak Jokowi yang tadinya menangi tim sukses dan relawan sibuk dengan jadwal Bapak Kenegaraan.

Timses dan Relawan bermaksud mengawal Bapak Jokowi sampai Tahun 2024 lalu dimana peranan kami sekarang..?

Memantau Kabinet kerja yang bapak Jokowi pilih, mereka membawa team sendiri.
1.Prabowo bagi jatah ke Relawannya di Kemenhan
2. Menteri Kelautan membawa teamnya dari Garindra
3.. KSP Pak Moeldoko membawa group sendiri bahkan ada orang orang bermasalah Jiwasraya,Asabri dan dari Partai bersebrangan.
4..Para Menteri membawa gerbongnya masing masing.
4. Menteri BUMN pasti akan menunjuk komisaris hanya orang yang dia kenal saja.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan