Proyek PUPR Provinsi Bengkulu “Proyek Akal Bulus”

SPN-Bengkulu Selatan.
Sejak di mulainya pengerjaan proyek pembangunan jembatan air nipis palak bengkerung yang menumpahkan uang rakyat sebanyak 14 milyar lebih selalu menuai kritikan.

Selain itu, proyek ini tak kalah hebatnya, tak tanggung-tanggung di kawal oleh TP4D kejati bengkulu, namun sangat di sayangkan tercermin “proyek akal bulus” karena dalam pengerjaan kegiatan ini diduga kuat banyak menabrak aturan yang ada khususnya yang tertuang dalam kontrak kerja.

Berbagai dugaan tersebut terjadi, mulai dari Batching plan abal-abal, Direksi KIT , Lab Teknis tak jelas, Tenaga Ahli dan Teknis di curigai hanya sebagai syarat akal bulus untuk pengkondisian menang tender. “Kongkalingkong”.

Selain itu, Batu kali yang digunakan sebagian bukan batu kali yang bersumber dari galian C resmi melainkan batu kali dari bekas galin kolam warga sekitar.

Sebagai contoh, pada hari ini rabu sekitar jam 08:30 wib sebuah kendaraan L300 yang di kemudikan oleh “M” dengan kondektur “B” kepergok Wartawan SPN mengambil batu bulat bekas galian kolam warga dan menyuplai batu kali tersebut ke proyek ini.

Lebih lanjut, berdasarkan pantauan awak media ini secara langsung, bahwa bekas galian proyek ini mestinya di buang sejauh 5KM namun fakta di lapangan hanya di buang sekitar 50Meter saja, tepatnya di atas bendungan air nipis.

Sedangkan bekas galian yang banyak mengandung batu kalinya tetap di tumpuk di sekitar lokasi kerja berdekatan dengan tumpukan batu kali ilegal di curigai agar bisa di manfaatkan juga. “ironi sekali,”.

PUPR Provinsi Bengkulu saat di konfirmasi Melalui Ii Sumirat Mersyah,ST selaku Kasi Perencanaan dan TP4D Kejati Bengkulu melalui Kapenkum Kejati Bengkulu via Pesan singkat belum memberikan komentarnya.

Sedangkan Kapolsek Seginim IPTU Tamsir saat dimintai komentarnya via telpon 09/10/2019 menyampaikan,, “seharusnya konsultan pengawas lebih aktif mengawasi kegiatan ini agar tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan khususnya mengenai kerugian negara.

Sementara pihak konsultan pengawas (engki) menyampaikan sikapnya, “setiap item kegiatan yang tak sesuai selalu kami sampaikan secara tertulis, selanjutnya terserah,,,,,, yang penting kami telah memiliki surat dan kami arsipkan.

Terkait dengan adanya temuan wartawan hari ini kami selaku konsultan pengawas “la udim jugau nemui kontraktor, Tadi la aq ingatkan dg kontraktor untuk menggunakan matrial sesuai dg kontrak. disampaikan engki dengan sepotong2 dalam bahasa daerah via Whatsapp.

(Ikhsan – biro bkl).

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan