Protes ; Sebagai Hak Cipta ,Asli Lahir di Kota Ponorogo , kesenian Tradisionil Reog Ponorogo ,yang tuntutannya kepada Ketua DPRD Jatim , untuk dilanjutkan ke Unesco

Media SPN Jatim,— Dari Sejarahnya pun sudah jelas ,bahwa Asal Usul Reog Ponorogo tersebut, memang dari kota ponorogo , dimana dari ceritanya : ada Nama Warok , Jathil, Bujang Ganong, Klono Sewandono ,serta Singo Barong.
WAROK : adalah orang yang mampu memberi petuah pada orang lain
” Wong kang Sugih Wewarah ( pitutur) dalam arti Seseorang menjadi Warok  karena sangat mampu memberi petunjuk atau ajaran kepada orang lain , baik dalam kehidupan tingkah laku dan batin secara sempurna .
JATHIL : adalah prajurit berkuda dan merupakansalah satu tokoh dalam seni Reog menggambarkan tentang Ketangkasan berperang diatas kuda dengan Expresi yang tinggi semangat , menjaga Rajanya.
BUJANG GANONG :  adalah Patih PujanggaAnom salah satu tokoh yang lincah kocak  dan sekali gus mempunyai keahlian bela diri tinggi , juga patih yang cerdik sekali.
KELONO SEWANDONO : adalah Seorang Raja Sakti Mandraguna , yang memiliki pusaka berupa Pecut Samandiman , sangat ampuh sekali, suara seperti petir menyambar nyambar, dan di gunakan untuk melindungi diri.
SINGO BARONG. :  Seseorang yang di gambarkan ber kepala Macan  serta di hiasi bulu burung merak , memiliki sejarah manusia aneh ,yang berwatak buas , kejam .ingin menguasai kerajaan serta istri cantik.
maka dalam cerita tersebut , perang antara Singo Barong dengan Prabu Kelono Sewandono ,untuk merebutka gadis cantik yng bernama: Dewi Songgo Langit.
Sehingga Singo barong kalah dan serta Prabu Klono Sewandono menang mendapat Dewi Songgo Langit sebagai istri.
Sekilas sejarah asli reog ponorogo itu saja, jelas sudah nampak marah sekali masyarakat Indonesia ,yng khususnya ,negara tetangga Malaysia  mengklaim sebagai budaya negarannya ke UNESCO ( United Nations Education Scientific and Cultural Organizational) maka menjadi gusar sangat terganggu. Kususnya masyarakat ponorogo ,dan pada umumnya prop Jatim, sebagai budaya lestari.
Orasinya diwakili beberapa Reog dan Jaranan yang terhimpun dalam Paguyuban HIPERJS ( himpunan pelestarian Reog dan Jaranan se Surabaya ) termasuk Reog Ponorogo home basenya jl Kertajaya surabaya.
” Ayo Ayo iki Reog tekok suroboyo karo dulur Jaranan menuju Unesco , ojok sampek di klam Malaysia ,dulur , semangat ,semangat yo, ” ujar bp Yudhi Reyog selaku korlap
matur nuwun bp polwitabes suroboyo  ,bp/ ibu anggota DPRD Jatim yang siap meneruskan perjuangan ke Unesco melalui kementeriannya.
Juga kebetulan bersamaan itu, Seni Jaranan home base Pogot Baru suroboyo mengadakan acara, Pembagian takjil , bagi warga pogot dan sekitarnya
Jaranana Lestari Budoyo yang di komandani oleh Bp. Nuryanto adalah sepepuh seni Jaranan lestari Asli Ponorogo daerah Desa Badegan , di mana daerah tersebut sangat terkenal para Spiritualnya , dan pembuatan Dadak Meraknya.
Memang selama Pandemi seni reog dan jaranan tetep laihan dengan jumlah terbatas serta menjaga 3 M ( pakai masker, cuci tangan , jaga jarak ) , dan sekarang saat Endemi , masih dijaga juga supaya Covid tidak muncul lagi
dari perwakilan DPRD Jatim ,menjelaskan : ” kami akan meneruskan usulan dan tuntutan nya ,terima kasih dari perwakilan seni budaya yang di wakili kelompok Seni Purbaya ,daerah Medokan Semampir dan Jaranan , nanti kami teruskan kementerian Pariwisata , menteri bp Sandiaga Uno , untuk fi tindak lanjuti ke UNESCO.” demikian ujarnya
Liputan: doddy ( Spn )
Editor.  : Sriyanto
foto.     : doddy.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan