Presiden Filipina Rodrigo Duterte meminta maaf atas masalah-masalah yang timbul dalam pelaksanaan SEA Games

Media SPN,— Dalam wawancara yang disiarkan pada Jumat (29/11), Duterte berjanji akan menyelidiki penyebab berbagai masalah jelang upacara pembukaan di Philippine Arena, sekitar 25 kilometer sebelah utara Kota Manila.

“Saya benar-benar meminta maaf atas nama negara…Mereka (negara-negara lain) harus tahu selagi mereka di sini bahwa pemerintah tidak gembira,” kata Duterte sebagaimana dikutip kantor berita AFP.

“Tidak bisa dibuang begitu saja semuanya—ketidaknyamanan, penderitaan para atlet, tidur di lantai, kelaparan. Untuk negara-negara yang mengirim mereka ke sini, itu urusan besar,” tambahnya.

Pihak penyelenggara menjanjikan upacara pembukaan spektakuler yang menampilkan budaya Filipina dan pesan persatuan.

“Lagu pembukaan ‘Ugat ng Ating Lakas’ (akar kekuatan kami) adalah rangkaian tarian bersemangat dari Bagobo, Kalinga, Maguindanao, dan Bisayans pada era sebelum kekuasaan Spanyol,” kata Floy Quintos, pemimpin gelaran upacara pembukaan.

SEA Games 2019 menggelar 530 pertandingan di enam provinsi dan kota. Ada pula 10 olah raga baru, termasuk esport, skateboarding, dan kurash.

Panitia SEA Games kali ini mengaku menghadapi beragam masalah belum dituntaskan, termasuk pengerahan relawan dan transportasi untuk media asing.

“Masalah selalu datang, kecil atau besar,” kata Direktur Pelaksana PHISGOC, Ramon Suzara

“Tentu kami mencoba untuk menyelesaikan masalah apapun dengan komite nasional. Selama masih berada dalam panduan turnamen, kami akan berbuat yang terbaik,” tambahnya.

Howard Johnson, merasakan sendiri masalah dalam SEA Games di Filipina.

Dia mengajukan permohonan akreditasi media lebih dari dua bulan lalu. Namun, meski ada konfirmasi pengajuan telah diterima dan dua email berikutnya, dia belum belum menerima akreditasi resmi.

Dia kemudian ke pusat media di Manila dan diberitahu bahwa masalah percetakan menunda pengeluaran kartu pers.

Pusat media kemudian memberikannya dua kartu yang berlaku sehari dan harus kembali ke pusat media jika ingin meliput pertandingan lain.

Pada Rabu (27/11),  Howard Johnson, menggunakan kartu peliputan itu guna mengunjungi Stadion Rizal Memorial menjelang pertandingan sepak bola antara tuan rumah Filipina melawan Myanmar.

“Meskipun itu adalah hari pertandingan, saya bisa menyaksikan konstruksi masih berlangsung,” ujarnya.

“Di koridor, tempat para pemain berjalan sebelum pertandingan, dua pekerja sibuk memotong dan menempelkan karpet merah,” tambahnya.

Plang untuk ruang ganti timnas Filipina dicetak pada kertas A4, sedangkan tangga ke ruang tersebut masih ditutupi kardus

Howard Johnson lantas memasuki ruang ganti lainnya yang juga masih dibangun. “Kabel listrik masih berjuntai dari langit-langit dan dinding masih basah oleh semen baru,” tuturnya.

Setelah berkunjung ke stadion tersebut, dia kemudian menemui juru bicara kepresidenan, Salvador Panelo.

Para atlet, menurut Panelo, tidak perlu risau.

“Keterlambatan transportasi dan checking semua normal. Itu adalah kejadian sehari-hari di belahan dunia manapun. Panitia sudah meminta maaf dan mereka berkomitmen untuk melakukan yang lebih baik lain kali,” ujarnya.

Panelo berkeras bahwa pemberitaan mengenai persiapan SEA Games tidak akurat dan “berita palsu”.

Lantas apakah gelaran ini menunjukkan kekuatan Filipina? Mencerminkan kekuasaan Presiden Duterte?

“Tidak juga,” kata Panelo.

“Performa presiden luar biasa sebagai pemimpin negara ini. Beberapa kesalahan (jelang pembukaan) bukanlah cerminan performanya sebagai presiden.”

 

 

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan