Oknum aparat TNI Polri diduga ikut bermain di Illegal Mining di Kenagarian Muaro Kiawai

Media SPN Pasaman Barat,– Kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Pasaman Barat khususnya di antara Jorong Kar­tini, Kenagarian Muaro Kia­wai, Kecamatan Gu­nung Tuleh Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) Provinsi Sumatera Barat, sampai ke Jorong Rimbo Janduang dan Batang Pasaman kini semakin marak penambang emas liar (illegal mining) dengan menggunakan alat alat berat escavator.

Aktifitas penambangan liar ini sudah berlangsung lama namun belum ada tindakan dari pihak instansi yang berwenang,. tapi malah sebaliknya makin ramai saja. Menurut warga setempat, kegiatan tersebut bukan saja dibackingi oleh aparat, tapi si aparatnya terlibat langsung sebagai pemilik alat alat berat dan pensuplai BBM solar dan pertalite.

“Bagaimana mungkin menindak atau menyetop kegiatan illegal tersebut,  sebab aparatnya ikut terlibat di dalamnya,” ujar Bahri salah seorang penduduk setempat yang ditemui awak media
Beberapa bulan belakangan ini kegiatan tersebut semakin ramai saja hingga membuat masyarakat sekitar resah.
Sementara alat-alat berat didatangkan melalui Pasaman menuju daerah terpencil wilayah Pasaman Timur.

Konon kabarnya ada 4 alat berat escavator milik oknum aparat Kepolisian dan oknum TNI yang dikelola oleh US. Jumlah alat berat itu terus bertambah hingga menambah keresahan warga masyarakat.

Sesuai pengakuan US selaku pengelola saat ditemui oleh beberapa awak media pekan lalu,.. “Benar saya yang mengelola alat berat tersebut, namun alat berat itu bukan milik saya, saya hanya mengendalikan saja,” ujar US tanpa tedeng aling-aling.

“Alat berat itu ada yang milik oknum anggota Polri dan ada juga milik oknum anggota TNI,” ujar US.

NVT, salah seorang Tokoh masyarakat setempat, telah mengingat­kan atas dampak kegiatan tersebut kepada Pemkab dan Polres, namun peringatan itu dianggap angin lalu, cuek bebek dan menutup mata.

Dikatakannya bila Pemkab setem­pat tidak segera menyikapi dan menghentikannya, ma­ka masyarakat akan bertindak sendiri, yah jangan salahkan masyarakat apabila sudah turun bereaksi, sebab kalau di­biarkan akan berdampak pada rusaknya DAS dan lingkungan sekitar­nya.

Meskipun telah diberitakan beberapa media, namun kegiatan illegal mining itu tetap saja beroperasi..

Kegiatan itu jelas telah melanggar UU No 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara, kata beberapa Tokoh masyarakat setempat. ini kelihatan sulit untuk distop.
“Kami sudah sangat resah, apalagi saat ini diduga sudah didatangkan lagi empat alat berat milik aparat yang ikut melakukan penambangan emas.
Kami tidak bisa berbuat banyak karena adanya keterlibatan oknum aparat yang ikut bermain dan membeckingi,” ujar salah seorang pemuda Kiawai.

Menurut masyarakat setempat, mereka semakin resah. Pihak pengelola benar benar tak peduli atas kerusakan lingkungan dan kerusakan DAS.

Saat dikonfirmasikan kepada Bupati Pasaman Barat, Yulianto di kediamannya,  ia mengatakan akan segera mengambil tindakan, dan pihak Pemda akan menyurati pihak Pemprov dan pihak aparat penegak hukum di Pasbar.

“Kita tidak ingin kejadian seperti di Kabupaten tetangga terjadi di daerah kita, di mana masyarakat melakukan tindakan yang akhirnya kejadian buruk terjadi,” ujar Yulianto.
Bahkan, bukan hanya kegiatan illegal mining ini yang akan kita laporkan, juga kegiatan penambangan penambangan lain termasuk galian C illegal,” tambah Yulianto.

“Jika langkah ini tidak ditanggapi oleh pihak Provinsi maupun aparat penegak hukum, dan jika ada tindakan yang dilakukan oleh masyarakat, kita lepas tangan saja,” kata Bupati.

“Kepada masyarakat, kita juga menghimbau, sekarang zaman sudah canggih, jika masyarakat menemukan dan melihat kegiatan-kegiatan illegal seperti itu, ambil foto dan vidionya, laporkan kepada kami agar kami bisa ambil tindakan. Dan kepada pelaku kegiatan illegal terutama illegal mining tersebut kami himbau untuk segera menghentikan kegiatannya,” ujar Bupati.

Sementara itu, Jansen Leo Siagian yang Korwil Sumatera DPP Sedulur Jokowi berharap kepada Panglima TNI dan Kapolri untuk bertindak tegas apabila ada oknum Polres dan Kodim setempat yang membeckingi penambangan liar yang diduga telah merambah kawasan hutan lindung itu.

Leo bahkan meminta agar pak Jokowi memberi perhatian khusus terhadap kasus illegal mining di Kabupaten Pasaman, Sumbar itu. ”Kami dari unsur Relawan Jokowi selalu siap untuk memantau dan mendukung kinerja pak Jokowi, “ kata Leo yang mantan Aktivis Eksponen Angkatan ’66 itu.-  (Zulnas/jls).

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan