Kinerja KPK Terkait Dugaan Korupsi di KBN Dipertanyakan

Jakarta SPN,– Kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) disorot dalam kasus dugaan korupsi yang terjadi di lingkungan PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN). Sebab, dalam kasus tersebut belum ada perkembangan yang signifikan.

Direktur Center For Budget Analysis (CBA), Ucok Sky Khadafi mengatakan Wakil Ketua KPK Saut Situmorang pernah menyampaikan akan mendalami dugaan korupsi di PT KBN setelah menerima laporan dari Front Masyarakat Anti Korupsi (Front MAKI). Tidak hanya Front MAKI, Keluarga Besar Nahdlatul Ulama (KBNU) Jakarta Utara juga melaporkan dugaan korupsi yang sama ke KPK. Tapi sampai saat ini, Ucok belum melihat ada pemeriksaan kepada Dirut KBN Sattar Taba yang diduga terlibat korupsi 7,7 miliar di KBN.

“Wajar rakyat curiga kepada KPK. Jangan- jangan kasus dugaan korupsi PT. KBN sebesar Rp7,7 miliar dan 20 kasus lain dengan potensi kerugian negara sebesar Rp64,1 miliar macet ditangan komisioner KPK,” ujar Ucok dalam keterangan persnya,

Menurut Ucok, KPK sebagai lembaga penegak hukum mestinya menindaklanjuti jika ada laporan tentang dugaan korupsi, termasuk di KBN.

“KPK jangan jangan main-main dengan dugaan korupsi KBN,” katanya.

“Sebaiknya KPK segera melanjutkan kasus dugaan korupsi di KBN dan jangan takut diintervensi oleh orang kuat karena orang kuat tersebut sudah semakin tua dan sebentar lagi pensiun”, ungkapnya.

Sebelumnya, dugaan adanya praktik korupsi oleh PT Karya Citra Nusantar (KCN) yang merupakan anak perusahaan PT Kawasan Berikat Nusantara dilaporkan F-MAKI. Pada 2014-2016, muncul dugaan telah terjadi tindak pidana manipulasi dan korupsi penggunaan uang KCN sebesar Rp7,7 Miliar yang diduga dilakukan oleh para pejabat KCN dan PT KBN.

Dalam laporannya, ditemukan pengeluaran dana via cek PT KCN 11 transaksi sebesar Rp7,7 Miliar yang diduga untuk kepentingan pribadi. Modusnya, pengeluaran cek ditandatangani sepihak hanya oleh Direktur Keuangan PT KCN saja.

Jansen Leo Siagian yang wartawan senior, dan aktivis Eksponen Angkatan ’66

Inilah salah satu contoh kasus yang mengambang di KPK,. “tak ada kelanjutannya dan diduga jadi bancakan oknum2 pejabat di KPK saja”, kata Jansen Leo Siagian yang wartawan senior, dan aktivis Eksponen Angkatan ’66.– Leo berharap pimpinan KPK yang baru nanti bisa mengusut tuntas kasus tersebut, ditambahkan-nya bahwa kasus yang mengambang di KPK selama ini cukup banyak, saya sendiri juga sudah ada lebih dari 3 kasus yang ikut saya pantau dan saya dampingi pihak si Pengadunya ke KPK, seperti kasus KKN anak nya mantan Bupati Bone Bolango, di Gorontalo, kasus Illegal Logging Pt IKU di Jambi yang juga membobol keuangan Bank Mandiri, yang semua-nya itu sudah dilaporkan sejak thn 2008 yl, juga kasus Pt AMP dan Pt PMJ di Pasaman, Sumbar, “tapi sampai hari ini tidak ada kabar beritanya lagi”, kata Leo, yang juga Dewan Penasehat di Relawan Kotak-kotak dan sebagai Kordinator Sumatera DPP Sedulur Jokowi itu.— (jls).

 

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan