Kepala Dinas yang terciduk, Wartawan yang sedih dan malu

Bengkulu Selatan, SPN 2019.
Berita ini seperti bukan produk jurnalis melainkan seperti cerpen atau seperti berita menyanjung-nyanjung seseorang,,,, tapi inilah fakta.

kali ini, awak,media ini tertarik menceritakan salah satu pengalaman unik selama menjadi wartawan.

Pada bulan agustus 2019 bertepatan dengan hari raya idul adha (qurban) pada saat itu daging korban menjadi buah bibir, hampir setiap orang dengan mengucapkan kata “daging qurban”. bagi seorang awak media momentum hari besar adalah momen yang tepat mencari berita demi kepuasan pembaca.

saat awak media ini hendak meliput kegiatan qurban yang akan di laksanakan oleh dinas pertanian bengkulu selatan tiba – tiba terlihat ada sesuatu yang aneh di ruang kerja kepala dinas,, memergoki Ir. Syukarni. M,Si.(kepala dinas pertanian) sedang menghitung sesuatu dalam sebuah kaleng biscuit bekas, sebenarnya apa yang sedang di lakukan syukarni ?…..

saat awak media ini duduk berhadapan, kemudian awak media ini banyak melontarkan pertanyaan seputar daging qurban, sesungguhnya yang di lakukan oleh syukarni, ternyata,,,, dia sedang menghitung perolehanya dari mengumpulkan uang sedekah,, ,, yang baru berjumlah tak lebih dari Rp.200.000.’ (seratus ribu rupiah) yang terdiri dari uang pecahan Rp.500 dan 1000 logam dalam bungkus plastik kecil, paling berjumlah belasan ribu saja dan uang ribuan yang tampak lusuh di kumpulkan dalam kaleng roti bekas , ia simpan di sekitar laci meja kantornya.

saat awak media ini bertanya mengenai uang recehan tersebut ?… , syukarni menjelaskan “uang ,, uang recehan ini saya kumpulkan dari uang kembalian belanja saya, keluarga dan pegawai dinas pertanian.

uang, uang ini saya tekankan harus yang bersumber dari gaji atau tunjangan saja, biar sedikit tidak apa-apalah yang penting halal karena uang yang kita kumpulkan ini akan kita berikan pada orang yang kurang mampu (miskin) jangan sampai kita sedekah dengan uang yang tak jelas, siapa tau sedekah kita menjadi berkah bagi yang menerima, “paparnya.

selanjutnya, sukarni berucap “saya memang sudah lama mengumpulkan uang recehan seperti ini, uang ini ku kumpulkan untuk ku sedekahkan bagi orang yang kurang mampu “kita” harus begini, ngumpulkan uang seperak, dua perak tidak apa-apa,, walau sedikit. demi orang lain merasakan juga nikmatnya gajiku ini “ajaknya.

mengutip kalimat ajakan syukarni, dengan kata “kita”
awak media ini merasa tersentuh ke hati sanubari yang paling dalam,,, dengan kata “kita”
“timbul pertanyaan dalam hatiku,,, Ya Allah,,,,, ,, sesungguhnya sudah berapa rupiah uang halal ku yang telah ku sumbangkan untuk akhirat ku ?…

disisi lain,,, setelah awak media ini melakukan penelusuran lebih lanjut di dinas pertanian bengkulu selatan memang di bentuk sebuah kelompok kecil untuk mengumpulkan uang receh dan membuka diri siapa saja yang mau sedekah demi menyambung hidup orang lain yang kurang mampu dan merasakan berkahanya dalam kehidupan.

(ichangho-bkl).

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan