Kawargian Abah Alam Menyerahan Replica Pusaka Kujang Dalam Prosesi Upacara Adat Nyangku

Media SPN Ciamis, — Upacara adat Nyangku atau dalam rangka mengenang jasa Raja Panjalu, Prabu Syanghiang Borosngora, saat menyebarkan syiar Islam, kembali digelar di Taman Borosngora Alun-alun Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Senin (25/11/2019).

Upacara adat yang rutin digelar setiap bulan Rabiul Awal atau bulan Mulud ini diikuti oleh ribuan warga Panjalu dan tak sedikit pula warga dari luar daerah diantaranya tampak hadir tokoh sesepuh dan budaya Abah Adhitiya Alam Syah atau Abah Alam yang didampingi oleh kang Ari ketua Majelis Adat Sunda, Mikel pimred media cyberone dan dalam kesempatan itu juga Abah Alam menyeeahkan replica pusaka kujang kepada yayasan borosngora Sebagai bentuk kepedulian dan pelestarian budaya.
” Kujang sebagai Pusaka Bangsa Sunda:
1. Kujang Identik dengan Budaya Sunda
2. Kujang Ciri Bangsa Sunda
3. Kujang Disakralkan oleh Masyarakat Sunda
Sesuai Putusan Jaksa Penuntut Umum dalam Sidang Perkara Kujang di Pengadilan Negeri Subang, 23 November 2011 ” kata Abah Alam pada awak media. ” Dan Kujang bukan merupakan senjata tajam ” tegas Abah Alam

Meski upacara adat, namun dalam prosesi Nyangku sangat kental dengan nuansa Islam. Sebab, upacara adat yang konon dimulai pada abadi ke 7 ini, memiliki sejarah syiar Islam yang dikisahkan melalui cerita Raja Panjalu Borosngora yang mengembara ke jazirah Arab dan berguru ke Syaidina Ali Bin Abi Talib yang tak lain sepupu sekaligus menantu Nabi Muhammad SAW.

Sepulang dari jazirah Arab, Borosngora yang sudah memeluk agama Islam, kemudian melakukan syiar di tanah kelahirannya serta beberapa daerah lainnya di Nusantara. Pada Upacara Adat Nyangku ini pun terdapat prosesi penyucian benda pusaka peninggalan Raja Panjalu Borosngora.

Benda-benda pusaka itu diantaranya berupa pedang dan tombak bermata dua (Cis) yang konon pemberian dari Sayyidina Al saat Borosngora melakukan pengembaraan ke tanah jazirah Arab. Selain itu, ada pula keris komando milik Raja Panjalu, Keris pegangan para Bupati Panjalu, Pancaworo atau senjata perang, Bangreng senjata perang, Gong kecil untuk mengumpulkan rakyat pada zaman dahulu dan Kujang peninggalan Aki Garahang yang diturunkan kepada para Raja Panjalu.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan