Kawargian Abah Alam Gelar Upacara Siraman Tujuh Bulanan (Tingkeban)

Media SPN Bandung,— Kawargian Abah Alam gelar upacara tingkeban  setelah kandungan Rina, genap usia tujuh bulan. Acara syukuran tingkeban digelar di Maxis Resto Bandung, Jalan Gunung Agung No. 08 Ciumbuleuit Kecamatan Cidadap Kota Bandung Jawa Barat Rabu (4/3/2020).

Upacara Siraman Tujuh Bulanan (Tingkeban) Kawargian Abah Alam tahun 2020 dilaksanakan oleh Kawargian Abah Alam (KAA).

Pelaksanaan kegiatan berupa upacara siraman dan prosesi tujuh bulanan ibu hamil, penampilan kesenian Sunda dan penyampaian wejangan dari para pini sepuh dan ahli kesehatan, religi serta pemerhati kehidupan sosial bertema tentang kekuatan Ibu dalam proses menghadapi kehamilan dan persiapan menjadi seorang ibu

Upacara tradisi tingkeban digelar secara sederhana. Tak seperti saat pernikahan Rini . ”Ini syukuran hanya kecil-kecilan,” celetuk abah Alam disela-sela acara tingkeban (upacara tujuh bulan kehamilan ).

MAKSUD DAN TUJUAN

Maksud

  1. Upacara Siraman Tujuh Bulanan (Tingkeban) Kawargian Abah Alam dimaksudkan untuk mewariskan nilai-nilai luhur Sunda dan semangat memelihara kebudayaan sebagai warisan utama leluhur/para pendahulu kepada seluruh masyarakat Indonesia, terutama generasi muda dan generasi penerus bangsa.
  2. Mengenang dan menyegarkan kembali ingatan kita akan pentingnya pemahaman dan penghayatan serta arti menjaga proses kelahiran manusia serta penguatan makna perjuangan kaum ibu sebagai bagian yang tak terpisahkan dari proses menggapai kemuliaan hidup.
  3. Meningkatkan partisipasi orang banyak untuk sama-sama melestarikan keutamaan budayanya agar makna-makna kehidupan yang baik dapat terjaga dengan baik pula.

Tujuan

  1. Meningkatkan peran individu, keluarga dan masyarakat dalam menjaga makna kehidupan berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dari sudut pandang kelahiran anak manusia.
  2. Menumbuhkan rasa kecintaan kepada ibu sebagai representasi kecintaan kepada tanah air dan bangsa.
  3. Mewujudkan kesatuan gerak anak-anak bangsa dalam mencapai tujuan kehidupan sesuai dengan amanat para pendiri bangsa

Berikut Susunan Acara Upacara Siraman Tujuh Bulanan (Tingkeban)

Saudari Rina- Putri Kawargian Abah Alam

 Bandung, 4 Maret 2020

No Waktu Uraian Acara PJ Ket
1 08.00-09.20 Persiapan Acara Panitia  
2 09.20-09.30 Penampilan kesenian bubuka Kacapi Suling Paku Sunda Cimahi  
3 09.30-09.45 Prosesi Penyambutan Siraman Tingkeban:  

 

 
1.    Pembukaan 1.    MC  
2.    Tari Rampak Poe 2.    Paku Sunda Cimahi  
4 09.45-10.20 Upacara Adat Tingkeban    
1.    Doa dan Pitutur Pemuka Agama Islam 1.    Ajengan Bendo  
2.    Prosesi Siraman Tingkeban 2.    Paraji  
5 10.20-10.25 Penampilan kesenian Paku Sunda Cimahi  
6 10.25-10.30 Persiapan diskusi panel MC  
7 10.30-12.30 Diskusi Panel

Tema: “Peran Ibu dalam Kerangka Budaya Sunda secara Holistik Menyongsong Regenerasi Putra-putri Bangsa”

1.    Komisi Perlindungan Anak Indonesia

2.    Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Provinsi Jawa Barat

3.    Akademisi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

4.    Pemuka Agama Islam

5.    Pemerhati Kebudayaan Sunda

Moderator  
8 12.30-13.00 Ramah tamah/tutup Panitia  

 

seluruh rangkain upacara tingkeban berjalan dengan lancar dan penuh kesakralan, upacara tingkeban dihadiri tamu undangan dan dari berbagai komunitas budaya, ormas,LSM dan pejabat

Abah Alami berharap, kelak calon cucu lahir sehat dan selamat. Demikian juga ibunya, rina. ”Keluarga mohon do’a restu. Semoga proses kelahiran berjalan lancar. Kelak menjadi anak yang berguna bagi nusa, bangsa, dan agama,” pintanya yang disambut amien dari tamu yang hadir.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan