Kawargian Abah Alam Gelar Peringatan Hari Ibu

Media SPN Bandung,— Minggu (22/12/2019).Bertempat di Aula dan Lapang Rindam III Siliwangi Bandung Jawa Barat Kawargian Abah Alam menggelar peringatan Hari Ibu yang bertema “ Ibu dalam peran membangun spirit generasi bangsa yang berdaulat adil dan makmur “

“ 22 Desember, menjadi momentum tahunan untuk mematri setiap jejak langkah perjuangan kaum ibu di Indonesia sejak lama. Ditandai oleh lahirnya keputusan Presiden Soekarno di bawah Dekrit Presiden Republik Indonesia No. 316 Tahun 1959 tanggal 16 Desember 1959, pada ulang tahun ke-25 Kongres Perempuan Indonesia 1928. Hal ini menunjukan, betapa negara peduli dengan kiprah ibu dalam setiap proses pembangunan bangsa, dengan landasan dan dasar itulah Kawargian Abah Alam gelar acara peringatan hari Ibu. “ Ungkap Dr.Sitty Hikmawatt, S.ST., M.PD. sebagai perwakilan keluarga Kawargian Abah Alam saat dimintai keterangan awak media

“ Peringatan Hari Ibu dimaksudkan untuk mewariskan nilai-nilai luhur dan semangat perjuangan para pendahulu kepada seluruh masyarakat Indonesia, terutama generasi muda, untuk mempertebal tekad dan keyakinan dalam melanjutkan perjuangan mengisi kemerdekaan dan pembangunan serta tekad untuk mewujudkan perdamaian yang dilandasi semangat keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia sebagai pengamalan Pancasila “ Abah Alam menegaskan.

Beberapa rangkain acara digelar saat dalam peringatan hari ibu diantaranya ; beberapa tari dan kesenian daerah yang tidak lain adalah ingin mengangkat kembali nilai nilai seni budaya luhur warisan para leluhur yang adiluhung.

Acara diawali dengan penjemputan dan pengalungan selendang ke beberapa tamu kehormatan, atau lebih dikenal dalam bahasa daerah sunda Mapag, rangkain acara mapag diawali dengan menampilkan beberapa penari perempuan dan pembawa bendera pataka menjemput tamu untuk dipersilahkan masuk dan duduk ke Aula mundinglaya.

Acara diikuti ratusan tamu undangan dari berbagai instansi baik pemerintah maupun swasta serta beberapa komunitas,ormas dan Lsm tampak hadir memenuhi ruangan.

Diawali dengan lantunan ayat suci alquran oleh ustad Awaludin yang merupakan qori nasional acara dimulai dengan sangat kidmat, tak lupa menyanyikan lagu Indonesia Raya dikuti pembacaan beberapa naskah ; Pancasila, Dekrit Presiden dan Dasasila Bandung.

Apresiasi positif disampaikan dalam sambutan perwakilan dari gubernur Jawa Barat atas terselenggaranya dan misi daripada acara peringatan hari ibu yang digelar, ”Kami ingin mengajak masyarakat untuk kembali jasa Ibu yang selama ini membesarkan kita,” ungkapnya dalam sambutan.

Tampak hadir juga tokoh wanita yang tak asing lagi dan selalu menghiasi dan selalu jadi headline dalam pemberitaan yakni Popong Otje Djundjunan atau lebih akrab dipanggil Ce Popong seorang politikus partai golkar, Ia telah menjadi anggota DPR RI sejak 1987.

Kebudayaan dan gender tidak dapat dipisahkan. Dalam budaya Sunda, kedudukan perempuan dalam wilayah domestik maupun di luar bisa menjadi kontradiktif. Ceu Popong sebagai perempuan asli Sunda membuktikan bahwa, terlepas dari beragam persepsi bagaimana budaya Sunda dalam memandang kedudukan perempuan, ia tetap bisa mengembangkan diri sebagai politisi hingga terpilih menjadi Anggota DPR-RI selama lima periode. Dalam perspektif teori gender dan gerakan feminis, perubahan peran Ceu Popong sebagai pengurus rumah tangga menjadi politisi membuktikan pentingnya pendidikan dan keadilan sosial sebagai kunci pemberdayaan perempuan, khususnya di ranah politik praktis. Ceu Popong juga telah membuktikan identitas pribadi, seperti gender, suku, atau bahkan partai, merupakan salah satu dari banyak faktor untuk membangun harmoni bangsa dalam keberagaman.

“Perempuan itu sebagai mitra kerja laki laki jadi bukan dibelakang maupun didepan laki laki tapi sejajar dan perempuan punya adil dan peran besar dalam pembangunan nasional.” Ungkap Ce popong  dalam sambutannya.

Sebagai bentuk kepedulian untuk bangsa khususnya dalam membangun generasi yang akan datang Kawargian Abah Alam dalam kesempatan itu mendeklarasikan Srikandi Ibu Pertiwi untuk wadah perjuangan kaum perempuan dalam membangun dan membentuk spirit generasi muda juga untuk perempuan bias andil secara aktif dalam pembangunan nasional.

Dalam kesempatan itu pula Kawargian Abah Alam memberikan apresiasi kepada beberapa institusi dan lembaga maupun komunitas sebuah penghargan berupa piagam, “ Jangan dinilai dari piagam penghargaannya tapi nilai dan makna juga spirit dalam piagam penghargaan tersebut.” Tegas Abah Alam saat menyerahkan piagam tersebut.

Beberapa kreasi dan seni ditampilkan oleh anak anak muda dari Paku Sunda dan alam Jabar dalam acara peringatan hari ibu yang digelar oleh Kawargian Abah Alam, “ Saya sangat senang dan merasa dihargai juga mendapatkan spirit baru dalam keterlibatannya diacara ini.” Kata Buya Cekas ketua umum Paku Sunda, Sedangkan menurut Ipang Gajayana mahardika ketua umum Alam Jabar “ Dengan dilibatkanya generasi muda dalam kegiatan yang kental akan nilai nilai budaya adilihung,itu akan membentuk karakter bangsa yang cinta akan tanah air dan rasa nasionalisme yang tinggi.” Apalagi dalam kegiatan yang digelar oleh Kawargian Abah Alam disediakan stand basar free sebagai wadah promosi akan hasil karya anak bangsa khususnya generasi muda dan mudah mudahan ini bias menjadikan contoh yang lain dalam pelaksanaan kegiatan.” Kata Erlan Suparlan ketua umum Taruna Tani Puser.

Dimulai dari pemukulan Gong Panggeuing masuk acara sungkeman, Isak tangis dan bercucuran airmata dari para tamu tumpah saat acara prosesi sungkeman, dimana saat itu anak semua membasuh kaki para ibunya dan diiringi oleh narasi yang begitu luar biasa sampai bisa membawa suasana hening dalam keharuan dan tak terasa airmata pada bercucuran.

Diakhiri dengan penyerahan panji Srikandi Ibu Pertiwi dari Kewargian Abah Alam kepada Dr.Sitty Hikmawatti, S.ST., M.PD. dan doa serta bermunajat kepada Tuhan yang dipandu oleh Ustad Buya Cekas rangkaian acara peringatan hari Ibu Kawargian Abah Alam ditutup.

 

 

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan