Dinilai Musda Tidak Transparan Sejumlah OKP di Kab.Bandung Kecewa

  1. Media SPN Soreang, — Menjelang perhelatan Musyawarah Daerah Pemuda/Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Bandung tahun 2019, sejumlah pemuda yang tergabung dalam berbagai Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) di Kab. Bandung mengaku kecewa terhadap kinerja Dewan Pengurus Daerah KNPI Kabupaten Bandung.

Kekecewaan mereka memuncak karena diduga Panitia Musda Pemuda/KNPI bekerja tidak transparan dalam proses tahapan musda tersebut.

Hal-hal yang tidak transparan tersebut diantarnya adalah proses pelaksanaan Rapat Pimpinan (Rapim) OKP  yang diselenggarakan secara diam-diam, sehingga sejumlah OKP tidak bisa mengikuti jalannya rapim tersebut.

Kekecewaan OKP tersebut mengemuka dalam Silaturahmi Organisasi Kepemudaan yang diselenggarakan di Aula Dewan Perwakilan Cabang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPC PDI Perjuangan) Kabupaten Bandung, Baleendah 8 November 2019.

Silaturahmi yang dihadiri puluhan OKP tersebut merupakan ajang silaturahmi Pemuda karena adanya kebuntuan komunikasi Pemuda Kabupaten Bandung dengan Pengurus DPD KNPI Kabupaten Bandung.

Hal tersebut dibenarkan oleh Bobby Erlangga Sumaatmadja, SH, sebagai Perwakilan dari OKP GADA Anggatan Muda Siliwangi (GADAAMS) yang berkesempatan Hadir dalam silaturahmi tersebut.

Bobby menilai sebenarnya kekecewaan itupun muncul sebagai akumulasi dari sejumlah persoalan kepemudaan secara umum sehingga hal tersebut akan mempengaruhi terhadap keberlangsungan musda.

“Satu hal mengenai Rapim bahwa proses ini adalah prasyarat terselenggaranya musda. Didalam rapim ditetapkan siapa yang bakal menjadi peserta, penentuan tempat dan waktu pelaksanaan  musda,” jelasnya.

Proses yang carut marut dalam tahapan Musda KNPI Kabupaten Bandung ini, Menggambarkan pula betapa buruknya kinerja kepengurusan DPD KNPI Kabupaten Bandung periode 2016-2019, ujar Ketua Dewan Perwakilan Cabang Banteng Muda Indonesia (DPC BMI) Kabupaten Bandung, Asep Muhammad, dalam kesempatan diskusi kepemudaan tersebut.

“Momentum musda ini harus bisa mendorong pergerakan pembangunan kepemudaan kearah yang lebih baik. Namun jika prosesnya saja kacau, sangat memungkinkan akan menghapus harapan baik pemuda Kabupaten Bandung dalam Proses pembangunan kepemudaan yang berkelanjutan,” tambah Asep.

Ungkapan serupa juga disampaikan perwakilan OKP Garda Bangsa, Pungkit Wijaya. Pungkit menilai, kepengurusan DPD KNPI Kabupaten Bandung Periode 2016- 2019 itu kurang akomodatif terhadap aspirasi pemuda Kabupaten Bandung.

Hal ini tercermin dalam struktural kepengurusan mereka yang hanya menempatkan orang orang dari kelompok organisasi tertentu yang sama.

“KNPI itu wadah keberhimpunan OKP. Semua elemen pemuda sebaiknya wajib menjadi bagian yang tidak terpisahkan dengan keberadaan wadah berhimpun ini. Namun disayangkan, kini malah lebih banyak OKP ditingkat Kabupaten Bandung yang terabaikan,” Kata Pungkit.

Informasi yang diperoleh dilapangan, Musda Pemuda/KNPI Kabupaten Bandung rencanannya akan dilaksanakan pada tanggal 15-16 November2019 bertempat di Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung.

Turut hadir dalam silaturahmi Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bandung dari Fraksi PDI Perjuangan, Henhen Asep Suhendar, beserta jajaran pengurus DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bandung  lainnya. (bung wir).

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan