BPK Diminta Audit SPJ Kepala Desa Puding Kecamatan Pino.

SPN – Bengkulu Selatan.
Pengelolaan Dana Desa (DD) Desa Puding Kecamatan Pino Kabupaten Bengkulu Selatan saat imi menjadi pembicaraan warga desa itu. pasalnya, dalam melaksanakan kegiatan baik belanja habis pakai maupun belanja bahan bangunan diduga menggunakan NOTA BELANJA yang tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.

Misalnya,,, beli bahan galian untuk bangun diduga kuat bukan beli di tempat kuari yang sah,, sehingga dimungkinkan kades menggunakan nota belanja palsu karena tempat belanja tersebut tidak memiliki nota belanja yang sah, ,, maka Nota belanja palsu solusinya, sebab dari ia dapat nota kalau bukan nota palsu ?…

hal tersebut duduga kuat bertentangan dengan Pasal 263 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (“KUHP”) yang menegaskan :
(1) Barang siapa yang membuat surat palsu atau memalsukan surat yang dapat menimbulkan sesuatu hak, perikatan atau pembebasan hutang, atau yang diperuntukkan sebagai bukti dari sesuatu hal yang dimaksudkan untuk memakai atau menyuruh orang lain memesan surat, ini adalah benar dan tidak dipalsu, diancam jika penggunaan tersebut dapat menimbulkan kerugian, karena surat pemalsuan, dengan hukuman penjara paling lama enam tahun.

(2) Diancam dengan hukuman yang sama, barang siapa dengan sengaja memakai surat palsu atau yang dipalsukan sebagai-olah sejati, jika menggunakan surat itu dapat menimbulkan kerugian .

Ditambahkan, Selain itu kami meminta pada BPK Perwakilan Provinsi Bengkulu Agar sekiranya dapat melakukan audit investigasi mengenai SPJ Kepala Desa kami dari tahun 2017 hingga 2019 agar uang masyarakt desa bisa kembali (SILPA) untuk pembangunan desa kami ini, selain itu kalau memang terbukti menggunakan nota palsu demi rasa keadilan selayaknya di pidana.

Sebenarnya banyak pak,,, kalau kami mau ceritakan semua,, tapi kami ndik lemak kalu keruan kami terang-terangan ngenjuk info, pacak upat sedusun makanya kami undang pak wartawan supaya semua ini bisa terbongkar dengan sendirinya. ungkap salah seorang warga desa dengan sepotong-sepotang mengunakan bahasa daerah.

Saat awak media ini hendak konfirmasi dengan Kepala Desa Puding dikantornya,, kades tidak berada di tempat .

(ikhsan – bkl).

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan