Ada Dua Proyek Hotmix Tak Pantas Dibayar dan Harus Dibongkar di Bengkulu Selatan

SPN | Bengkulu Selatan _
Selain paket kegiatan peningkatan jalan hotmix lubuk sirih nilai kontrak 2,8 Milyar lebih yang di kerjakan oleh CV.Tanjung Mulia, ada juga proyek pengerjaan hotmix yang tak kala amburadulnya. yaitu,

Proyek Peningkatan Jalan Lingkungan Menuju SD 89 Hotmix APBD 2019 Bengkulu Selatan, nilai Kontrak Rp 6,7 miliar lebih, dikerjakan CV Patrianada diduga kuat tidak sesuai spesifikasi teknis yang ada, sehingga harus dibongkar dan tak pantas dibayar.

Pantauan sejak titik nol yang di pantau secara bersama-sama dengan Fredy pengurus LSM PBH, pengerjaan paket proyek ini sudah menunjukkan indikasi kurang beres.

Dugaan ini menguat setelah pihak rekanan Dinas PUPR tersebut melaksanakan pekerjaan di lapangan.

Sejauh ini, ditemukan lapisan Base B tidak sesuai spesifikasi teknis, campuran base maupun ketebalan base serta ada kesamaan dengan base B yang di gunakan di lubuk sirih salah satunya batu pecah yang digunakan diduga tidak melalui proses ayakan. “ASTM”.

“Anehnya lagi, material ini dinyatakan lolos uji laboratorium. Lelucon apa ini?” cecer Ikhsanudin, pegiat antikorupsi Bengkulu, di lokasi proyek, Selasa (24/9/2019) siang.

Dia menyarankan, Dinas PUPR Bengkulu Selatan memerintahkan pembongkaran dan mengerjakan ulang sesuai panduan teknis yang berlaku.

“Kalau dipaksakan lanjut tanpa perbaikan, kasihan nanti Tim PHO dan Pihak PUPR lainnya akan merasakan pahitnya hasil pengerjaan tersebut.

hasil pengerjaan bisa saja tidak diterima dan tidak layak dibayar,” “jangan sampai karir sebagai ASN akan menjadi korban atas dasar kecerobohan demi keuntungan orang lain. namun bila warning ini diabaikan, silahkan saja !.. “ancamnya.

Terkait temuan ini, Dinas PUPR saat hendak di konfirmas melalui Tedi Kabid Bina Marga masih Rapat. Sementara pihak rekanan belum terkonfirmasi. [Iqbal BS – tim]

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan